esport


Space Ape meluncurkan game arena team-based terbaru untuk pasar Asia Tenggara, Rumble League. Seperti apa gamenya?Game ini diklaim berbeda dari game kompetitif pada umumnya karena Rumble League menyajikan konsep Thrilling Multiplayer Arena Game dengan beragam karakter lucu dan mode. Dengan size download sebesar 284MB, Rumble League tersedia di App Store dan Google Play Store.
Dengan ukuran download yang ringan, para gamer akan dibawa ke dalam pertempuran yang sangat seru meskipun dimainkan di perangkat mobile dengan spesifikasi rendah.“Rumble League merupakan battle royal game terbaru berbasis tim dan dikemas untuk dimainkan 5v5 dengan waktu pertandingan yang sangat cepat yaitu 3 menit match. Menyajikan pertempuran epik dan menegangkan yang dapat dimainkan bersama game player terbaik dari seluruh dunia. Kami optimis, game ini dapat merebut perhatian para pecinta battle royal game,” ujar George Yao, Product Manager Space Ape dalam keterangan yang diterima Kabarberita.Meskipun terbilang game baru, Space Ape juga telah sukses menyelenggarakan kompetisi pertama bertajuk S.E.A. SLAM yang dilangsungkan bersamaan dengan peluncuran Rumble League pada Minggu (22/7/2019) lalu dengan total hadiah sebesar USD15.000.Turnamen S.E.A SLAM diikuti oleh 40 Top Leaderboard yang bertanding untuk merebut gelar terbaik di game Rumble League, dan bekerjasama dengan delapan influncer ternama di Asia Tenggara seperti; Bro Pasta (Indonesia), Leoanoga (Indonesia), MasterRamen (Malaysia), Daddy Hood (Malaysia), SoloZ (Malaysia), RikuPH (Filipina), Ashley Gosiengfiao (Filipina), serta SynC (Singapura).e-Sport telah menjadi tren sejak game kompetitif dapat dimainkan melalui perangkat selular, baik itu iOS ataupun android. Kemudahan akses dalam memainkan game di perangkat mobile menjadi pendorong pesatnya pertumbuhan e-Sport di tanah air, selain kepiawaian para penyelenggara event yang mampu membuatnya menjadi suguhan yang menarik untuk dipertonotonkan baik di kota maupun di daerah.Berdasarkan riset Kepios, dengan asumsi pengguna internet yang berjumlah 171 juta orang di Indonesia, 40 persen netizen Indonesia menonton konten terkait game dan 26 persennya menonton turnamen e-Sport. Hal ini merupakan kesempatan besar bagi perusahaan yang ingin mengenalkan mereknya pada para penonton game dan e-Sport.

The post Space Ape Boyong Game Anyar ke Indonesia, Namanya Rumble League appeared first on Wii SPIN.

Raksasa video game Activision Blizzard mencekal seorang gamer  profesional dari turnamen esport.Tak hanya itu, aliran pendapatannya pun diblokir gara-gara pernyataan sang gamer membela demonstrasi yang berlangsung di Hong Kong.Saat wawancara setelah main game Hearthstone yang dibuat Blizzard Entertainment, Chung ‘Blitzchung’ Ng Wai mengenakan masker gas dan kacamata goggle, lalu meneriakkan slogan yang identik dengan protes demonstran Hong Kong: ‘Liberate Hong Kong, revolution of our time’.Pemerintah Hong Kong sendiri telah melarang penggunaan topeng semacam itu. Chung lantas menjelaskan bahwa insiden itu hanyalah salah satu bentuk partisipasi protes.”Saya memahami aksi saya itu. Bisa menyebabkan masalah bagi saya, bahkan juga keamanan saya di kehidupan nyata. Tapi saya pikir adalah tugas saya mengatakan sesuatu tentang isu tersebut,” kata Chung yang dikutip Kabarberita.Blizzard yang berbasis di Santa Monica, California langsung bertindak. “Efektif segera, Blitzchung dihapus dari Grandmasters dan tidak akan menerima hadiah untuk Grandmasters Season 2. Ia juga tak dapat berpastisipasi dalam esport Hearsthstone selama 12 bulan,” kata mereka.Blizzard menyatakan Chung telah melanggar aturan kompetisi dan bahwa kelakuannya tidak mewakili Blizzard maupun Hearshstone. Video yang menayangkan aksi Chung juga telah dihapus.”Meskipun kami mendukung hak seseorang untuk mengekspresikan pemikiran individu dan opininya, pemain dan partisipan lain yang berpartisipasi di kompetisi esport kami harus mematuhi aturan kompetisi resmi,” tambah mereka.

The post Gamer Profesional Dicekal Gara-gara Bela Demonstran Hong Kong appeared first on Wii SPIN.

Indonesia merupakan salah satu negara yang mengalami peningkatan di industri teknologi. Salah satunya teknologi yang berkaitan dengan gim.Berdasarkan cacatan yang pernah dirilis Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) RI, jumlah pemain gim di Indonesia saat ini meecapa 42,7 juta orang.Berkaitan dengan peningkatan tersebut, Salim group melalui PT Anugerah Kreasi Gemilang (AKG Games) menjalin kemitraan dengan Blizzard Entertainment.”Kemitraan dengan Blizzard ini akan membawa berbagai pengalaman bermain gim dan hiburan terpopuler yang diakui di seluruh dunia, pada komunitas gaming di Indonesia. Sekaligus juga membuka jalur untuk berbagai peluang menarik,” kata Director AKG Games (Salim Group), Adrian Lim dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta, Kamis pagi.Perwakilan dari Salim Group, Axton Salim juga menegaskan hal yang sama. Dia mengutarakan bahwa kerja sama antara AKG Games dengan Blizzard Entertainment diharapkan dalam memperluas pengalaman epik bermain gim di Indonesia.”Ini bisa jadi prioritas buat para gamers untuk Indonesia karena Blizzard mempunyai sesuai yang berbeda,” kata Axton.Senada dengan Axton, Managing Director Blizzard Entertainment Taiwan/Hong Kong/South East Asia, Paul Chen mengakui bahwa Blizzard memang punya hal berbeda.”Kerja sama kami dengan mulai dari grassroot degaan membangun ekosistem karena kami punya core values. Bukan hanya cerita (story telling) tapi juga kualitas yang kuat atau gameplay, dan teknik global,” jelas Paul.Dengan usaha pembangunan ekosistem tersebut, diharapkan nantinya para gamers di Indonesia bisa mengikuti sejumlah kompetisi seperti e-sport.E-sport, kata Adrian memang menjadi industri yang bagus dilakoni bagi para gamers. Oleh karena itu sejumlah kegiatan atau aktivitas online dan offline sedang disiapkan oleh Salim Group dan Blizzard.

The post AKG Games dan Blizzard Entertainment Buka Jalur Komunitas Gaming di Indonesia appeared first on Wii SPIN.

Rasa cemas serta bingung masyarakat, kian mengiringi keputusan Jokowi pasca dipindahkannya ibu kota Indonesia ke Kalimantan Timur. Mulai dari nasib PNS yang harus mulai berkemas, hingga roda perekonomian yang harus bergerak demi menopang biaya perpindahan ibu kota. Namun ketika berbicara mengenai olahraga elektronik alias esport, pemerintah nampaknya masih menganggap hal ini sebagai persoalan yang tersier.Meski begitu dampak yang ditimbulkan dari isu ini nampaknya tak begitu signifikan kepada kelanjutan lokasi esport di kemudian hari. Beberapa pihak, misal Show Director MET Indonesia Yota, mengatakan bahwa dampaknya nanti tidak begitu besar.Keputusan tersebut ia lihat pasca mengetahui bahwa nantinya yang akan berpindah adalah ibu kota pemerintahaan saja. Dimana sebelumnya Kepala Bappenas juga sempat menyampaikan bahwa Jakarta masih menjadi pusat bisnis.Dilansir Kabarberita “Jakarta dibangun menjadi pusat bisnis, pusat keuangan, pendidikan, jasa, dan pariwisata,” ujar Bambang.Kasus yang seperti ini terutama yang berhubungan dengan esport sebenarnya tak hanya dialami dengan Indoneisa saja. Kita bisa melihat negara tetangga yaitu Australia yang ber ibu kota pemerintahan di Canberra, namun turnament esportnya diadakan di Melbourne.Perbedaan cost menjadi permasalahan dasar. Ketua Iespa Provinsi D.I.Y Simson, berpendapat bahwa cost yang ditimbulkan akan sangat berbeda antara Kalimantan dengan Jakarta.Yota sendiri juga berpandangan bahwa meski kedepannya infrastruktur di Kalimantan akan terus digenjot, dirinya tetap ragu bahwa 5 tahun kedepan esport akan menjadi elemen yang dibangun di Kalimantan.Sedikit mirip, turnamen olahraga seperti Badminton sendiri juga nampaknya tetap ketergantungan dengan dukungan sponsor. Dimana Sekjen PBSI Achmad Budiharto, merasa bahwa dimana tempatnya nanti tetap bergantung pada sponsor yang mendukung berlangsungnya acara.Dilansir Kabarberita Pihak sponsor pasti menghendaki event itu dilaksanakan di kota terbesar yang jadi sentra bisnis untuk Indonesia,” dia melanjutkan.Meski pada akhirnya nanti memang mayoritas turnament esport akan diadakan di Jakarta, bukan berarti Kalimantan menjadi lokasi yang benar-benar mustahil untuk di fungsikan sebagai laga kompetisi Video Game.Yota sekaligus Simson juga sama-sama setuju bahwa jika memang nanti dalam 5 tahun kedepan memang akan ada turnamen esport di Kalimantan, maka turnamen tersebut memang harus mendapat support besar dari pemerintah atau menjadi progam kerja pemerintah itu sendiri dalam 5 tahun kedepan.Untuk berbagai alasan, Yota sendiri beranggapan bahwa pemerintah tidak akan mengurangi atau memberikan perhatian yang lebih kepada esport pasca perpindahan ibu kota ke Kalimantan.

The post Nasib Turnamen-turnamen Esport Kala Perginya Status Ibu Kota Dari Jakarta appeared first on Wii SPIN.

Perkembangan industri game dan eSport tampaknya semakin meningkat sejak beberapa tahun belakangan. Hal tersebut terlihat dari banyaknya kompetisi eSport, game yang semakin beragam hingga hadirnya perangkat gaming yang semakin canggih. Pemerintah juga tampaknya melihat potensi market gaming di Indonesia yang tinggi dan tengah menyiapkan regulasi terkait industri ini.
Menurut Tenaga Ahli Madya Kedeputian II Kantor Staf Presiden, Abraham Wirotomo saat ini Pemerintah tengah mengusung kebijakan untuk game dan eSport.”Sekarang sudah dalam tahap pembahasan dengan lintas kementerian. Jadi, harapannya setelah digodok di lintas kementerian draft ini akan diberikan ke Presiden,” kata Abraham usai ditemui di Kawasan Jakarta Pusat.Adapun beberapa kementerian dan pihak yang terkait di antaranya yakni Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), dan Kantor Staf Presiden.
Lebih lanjut Abraham juga mengungkapkan jika ada tiga fokus dalam kebijakan tersebut. Adapun, fokus pertama yakni perlindungan anak, ideologi, dan budaya.
“Jadi pertama proteksi dulu, kita harus melindungi anak-anak kita,” jelas dia.Kemudian, fokus kedua yakni promosi industri gaming yang nantinya akan ada dukungan dari segi infrastruktur dan riset. Fokus terakhir, menurut Abraham adalah promosi industri eSport, nantinya turnamen akan lebih besar dan bisa diakui.
“Promosi ini lebih kepada dukungan infrastruktur untuk pengembangan software itu kan mahal, jadi kita bisa beri dorongan,” kata dia.Abraham juga mengungkapkan tujuan adanya payung hukum untuk industri game dan eSport ini untuk meningkatkan nilai ekonomi industri game. Tak hanya itu dengan kebijakan tersebut juga diharapkan lapangan pekerjaan semakin banyak dan profesi gamers semakin diakui. Dia juga mengatakan jika gamer di Indonesia sudah mencapai 40 juta lebih.
Lebih lanjut dia juga mengatakan jika Pemerintah juga sebisa mungkin meminimalisir dampak negatif gaming. Pemerintah melalui Kominfo juga berusaha untuk memberi rating umur pada game. Sehingga ada batasan usia tertentu untuk bermain game.
“Setiap produk apapun pasti akan ada hal baik dan buruknya. Seperti halnya makanan pasti ada dampak negatif, seperti kecanduan gula. Begitu juga gameBaca Juga: Tyler Blevins, Gamer dengan Pendapatan Rp144 Miliar tak dipungkiri juga pasti dampak negatif,” katanya.

The post Regulasi Game dan Esports Masih Digodok Lintas Kementerian appeared first on Wii SPIN.

Di usianya yang terbilang belia,Rizky Faidan berhasil menjadi semifinal dalam kejuaraan Dunia game Pro Evolution Soccer (PES) bertajuk PES League World Finals 2019. Di Emirates Stadium, London, perjuangan Rizky Faidan tak main-main dalam mengharumkan nama Indonesia.
Meski akhirnya harus puas ditaklukkan pemain veteran Ettore Giannuzzi (Ettorito97) asal Italia, tidak mudah untuk bisa berada di posisinya sekarang.
Semuanya melewati jenjang mulai dari lokal, nasional, Asia, hingga berlanjut ke ajang internasional. Kegagalan dari satu turnamen ke turnamen eSport tidak membuatnya patah arang, justru makin semangat untuk introspeksi.”Aku kan dari turnamen lokal sudah dari tahun 2016-an, SMP kelas 1 atau 2 gitu, terus penasaran aja. 2016 juga sempat jadi juara nasional, 2018 sempat juara kualifikasi Asian Games tapi jadinya nggak bisa ikut karena batasan usia. Lanjut sampai sekarang,” kisah Rizky.
Rizky mengaku semuanya berjalan tanpa diduga hingga akhirnya ia dikontak langsung oleh pemilik Zeus, timnya sekarang, melalui pesan singkat. Tawaran untuk bergabung menjadi pemain profesional pun ia dapatkan.
“Sebenarnya kayak saya sih biasa saja, mungkin karena sering dapat juara juga kan, tiba-tiba dari owner-nya Zeus sendiri mengontak saya lewat Whapsapp.”Rizky mengaku kecintaannya pada dunia game turut dipengaruhi oleh kebiasaan orang-orang terdekatnya. Misalnya, kakak laki-lakinya sering bermain game konsol. Demikian juga ayahnya yang terkadang ikut bermain bersama.”Dulu abang saya kan main di PS2, saya ikut-ikutan aja,” tutur fans Manchester United dan Persib ini.
Ia merasa keluarganya selalu memberikan dukungan positif dengan apa yang ia kerjakan. Tak hanya itu, Rizky percaya profesi ini cukup menjanjikan untuk ke depannya. Karenanya, tebersit niatan dalam diri Rizky untuk menyeriusi profesi menjadi atlet eSport.
Uniknya, Rizy mengaku bahwa cita-cita awalnya adalah ingin menjadi pemain bola, akan tetapi keinginannya kandas.”Mungkin bukan jalannya aja sih, nggak dipaksain. Dulu SSB (sekolah sepak bola), kelas 4 atau 5 aku ikut, tapi berhenti,” tutupnya.

The post Kisah si ‘Wonderkid’ Rizky Faidan Sampai ke Kejuaraan Dunia appeared first on Wii SPIN.

Tim eSport Indonesia kembali menorehkan prestasi yang membanggakan di kancah internasional Adalah ONIC Esport, mereka baru saja memenangkan grand final turnamen Mobile Legends Bang Bang South East Asia Cup (MSC) 2019. Dalam pertandingan yang berlangsung di Manila, Filipina, mereka berhasil menundukkan tuan rumah dan tim dari Malaysia, Singapura, Kamboja, Laos, Thailand, Myanmar, dan Vietnam.Dengan kemenangan ini menambah daftar panjang gelar juara yang digondol ONIC Esports. Sebelumnya mereka telah menjuarai Piala Presiden 2019 dan Mobile Legends Pro League (MPL) Season 3.”Kemenangan yang diraih ONIC Esports di MSC 2019 menjadi momentum bersejarah bagi perkembangan eSports Indonesia di mata dunia, karena untuk pertamakalinya Indonesia berhasil membawa pulang piala ini setelah tahun lalu turnamen MSC selalu dikuasai oleh tim-tim Filipina,” jelas Chandra Wijaya, General Manager ONIC Esports.Berada di grup D pada babak group stage, tim ONIC Esports yang beranggotakan Udil, Drian, Sasa, Antimage, dan Psychoo berhasil meraih kemenangan 2-0 atas tim Burmese Ghouls (Myanmar) dan Wawa Gaming (Kamboja). Dari dua pertandingan ini, ONIC Esports sukses mengumpulkan poin sempurna atau enam yang berarti tidak pernah kalah dalam setiap pertandingan (match).
Hasil ini mengantarkan mereka ke upper bracket di babak eliminasi untuk bertanding menghadapi juara grup A, yaitu tim unggulan IDNS dari Thailand. Dari laga ini, tim ONIC Esports memastikan kemenangan 2-0 dari IDNS, bahkan meraih Savage di match pertama.Perjalanan tim ONIC Esports akhirnya tiba di grand final MSC 2018 dimana mereka bertemu dengan tim Louvre dari Indonesia. Di babak All Indonesian Final, ONIC Esports berhasil memenangkan 3 – 0 dari Louvre serta meraih gelar juara turnamen Mobile Legends terbesar di Asia Tenggara ini.
Pencapaian ini menjadi prestasi tersendiri yang membanggakan karena untuk ketiga kalinya ONIC Esports sukses memenangkan grand final turnamen dengan skor 3-0 secara berturut-turut setelah sebelumnya di Piala Presiden dan MPL season 3.
“Kemenangan tim ONIC Esports di MSC 2019 menjadi milik bersama dengan para penggemar, partner, pencinta Esports, dan masyarakat Indonesia. Gelar juara ini memotivasi kami untuk terus berkembang dan menjadi amunisi semangat untuk persiapan menghadapi Mobile Legend Pro League Season 4 yang akan segera digelar di bulan Agustus,” kata Chandra.
“Kami berharap dengan kemenangan berturut-turut di tiga turnamen besar, para pemain ONIC Esports akan terus mendapatkan dukungan sepenuhnya dari seluruh masyarakat untuk berjuang mewakili Indonesia di ajang berskala nasional dan internasional, seperti pada SEA Games di bulan November mendatang,” tutupnya.

The post Tim Indonesia Juara Turnamen Internasional Mobile Legends yang membanggakan appeared first on Wii SPIN.