esport


Perkembangan industri game dan eSport tampaknya semakin meningkat sejak beberapa tahun belakangan. Hal tersebut terlihat dari banyaknya kompetisi eSport, game yang semakin beragam hingga hadirnya perangkat gaming yang semakin canggih. Pemerintah juga tampaknya melihat potensi market gaming di Indonesia yang tinggi dan tengah menyiapkan regulasi terkait industri ini.
Menurut Tenaga Ahli Madya Kedeputian II Kantor Staf Presiden, Abraham Wirotomo saat ini Pemerintah tengah mengusung kebijakan untuk game dan eSport.”Sekarang sudah dalam tahap pembahasan dengan lintas kementerian. Jadi, harapannya setelah digodok di lintas kementerian draft ini akan diberikan ke Presiden,” kata Abraham usai ditemui di Kawasan Jakarta Pusat.Adapun beberapa kementerian dan pihak yang terkait di antaranya yakni Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), dan Kantor Staf Presiden.
Lebih lanjut Abraham juga mengungkapkan jika ada tiga fokus dalam kebijakan tersebut. Adapun, fokus pertama yakni perlindungan anak, ideologi, dan budaya.
“Jadi pertama proteksi dulu, kita harus melindungi anak-anak kita,” jelas dia.Kemudian, fokus kedua yakni promosi industri gaming yang nantinya akan ada dukungan dari segi infrastruktur dan riset. Fokus terakhir, menurut Abraham adalah promosi industri eSport, nantinya turnamen akan lebih besar dan bisa diakui.
“Promosi ini lebih kepada dukungan infrastruktur untuk pengembangan software itu kan mahal, jadi kita bisa beri dorongan,” kata dia.Abraham juga mengungkapkan tujuan adanya payung hukum untuk industri game dan eSport ini untuk meningkatkan nilai ekonomi industri game. Tak hanya itu dengan kebijakan tersebut juga diharapkan lapangan pekerjaan semakin banyak dan profesi gamers semakin diakui. Dia juga mengatakan jika gamer di Indonesia sudah mencapai 40 juta lebih.
Lebih lanjut dia juga mengatakan jika Pemerintah juga sebisa mungkin meminimalisir dampak negatif gaming. Pemerintah melalui Kominfo juga berusaha untuk memberi rating umur pada game. Sehingga ada batasan usia tertentu untuk bermain game.
“Setiap produk apapun pasti akan ada hal baik dan buruknya. Seperti halnya makanan pasti ada dampak negatif, seperti kecanduan gula. Begitu juga gameBaca Juga: Tyler Blevins, Gamer dengan Pendapatan Rp144 Miliar tak dipungkiri juga pasti dampak negatif,” katanya.

The post Regulasi Game dan Esports Masih Digodok Lintas Kementerian appeared first on Wii SPIN.

Di usianya yang terbilang belia,Rizky Faidan berhasil menjadi semifinal dalam kejuaraan Dunia game Pro Evolution Soccer (PES) bertajuk PES League World Finals 2019. Di Emirates Stadium, London, perjuangan Rizky Faidan tak main-main dalam mengharumkan nama Indonesia.
Meski akhirnya harus puas ditaklukkan pemain veteran Ettore Giannuzzi (Ettorito97) asal Italia, tidak mudah untuk bisa berada di posisinya sekarang.
Semuanya melewati jenjang mulai dari lokal, nasional, Asia, hingga berlanjut ke ajang internasional. Kegagalan dari satu turnamen ke turnamen eSport tidak membuatnya patah arang, justru makin semangat untuk introspeksi.”Aku kan dari turnamen lokal sudah dari tahun 2016-an, SMP kelas 1 atau 2 gitu, terus penasaran aja. 2016 juga sempat jadi juara nasional, 2018 sempat juara kualifikasi Asian Games tapi jadinya nggak bisa ikut karena batasan usia. Lanjut sampai sekarang,” kisah Rizky.
Rizky mengaku semuanya berjalan tanpa diduga hingga akhirnya ia dikontak langsung oleh pemilik Zeus, timnya sekarang, melalui pesan singkat. Tawaran untuk bergabung menjadi pemain profesional pun ia dapatkan.
“Sebenarnya kayak saya sih biasa saja, mungkin karena sering dapat juara juga kan, tiba-tiba dari owner-nya Zeus sendiri mengontak saya lewat Whapsapp.”Rizky mengaku kecintaannya pada dunia game turut dipengaruhi oleh kebiasaan orang-orang terdekatnya. Misalnya, kakak laki-lakinya sering bermain game konsol. Demikian juga ayahnya yang terkadang ikut bermain bersama.”Dulu abang saya kan main di PS2, saya ikut-ikutan aja,” tutur fans Manchester United dan Persib ini.
Ia merasa keluarganya selalu memberikan dukungan positif dengan apa yang ia kerjakan. Tak hanya itu, Rizky percaya profesi ini cukup menjanjikan untuk ke depannya. Karenanya, tebersit niatan dalam diri Rizky untuk menyeriusi profesi menjadi atlet eSport.
Uniknya, Rizy mengaku bahwa cita-cita awalnya adalah ingin menjadi pemain bola, akan tetapi keinginannya kandas.”Mungkin bukan jalannya aja sih, nggak dipaksain. Dulu SSB (sekolah sepak bola), kelas 4 atau 5 aku ikut, tapi berhenti,” tutupnya.

The post Kisah si ‘Wonderkid’ Rizky Faidan Sampai ke Kejuaraan Dunia appeared first on Wii SPIN.

Tim eSport Indonesia kembali menorehkan prestasi yang membanggakan di kancah internasional Adalah ONIC Esport, mereka baru saja memenangkan grand final turnamen Mobile Legends Bang Bang South East Asia Cup (MSC) 2019. Dalam pertandingan yang berlangsung di Manila, Filipina, mereka berhasil menundukkan tuan rumah dan tim dari Malaysia, Singapura, Kamboja, Laos, Thailand, Myanmar, dan Vietnam.Dengan kemenangan ini menambah daftar panjang gelar juara yang digondol ONIC Esports. Sebelumnya mereka telah menjuarai Piala Presiden 2019 dan Mobile Legends Pro League (MPL) Season 3.”Kemenangan yang diraih ONIC Esports di MSC 2019 menjadi momentum bersejarah bagi perkembangan eSports Indonesia di mata dunia, karena untuk pertamakalinya Indonesia berhasil membawa pulang piala ini setelah tahun lalu turnamen MSC selalu dikuasai oleh tim-tim Filipina,” jelas Chandra Wijaya, General Manager ONIC Esports.Berada di grup D pada babak group stage, tim ONIC Esports yang beranggotakan Udil, Drian, Sasa, Antimage, dan Psychoo berhasil meraih kemenangan 2-0 atas tim Burmese Ghouls (Myanmar) dan Wawa Gaming (Kamboja). Dari dua pertandingan ini, ONIC Esports sukses mengumpulkan poin sempurna atau enam yang berarti tidak pernah kalah dalam setiap pertandingan (match).
Hasil ini mengantarkan mereka ke upper bracket di babak eliminasi untuk bertanding menghadapi juara grup A, yaitu tim unggulan IDNS dari Thailand. Dari laga ini, tim ONIC Esports memastikan kemenangan 2-0 dari IDNS, bahkan meraih Savage di match pertama.Perjalanan tim ONIC Esports akhirnya tiba di grand final MSC 2018 dimana mereka bertemu dengan tim Louvre dari Indonesia. Di babak All Indonesian Final, ONIC Esports berhasil memenangkan 3 – 0 dari Louvre serta meraih gelar juara turnamen Mobile Legends terbesar di Asia Tenggara ini.
Pencapaian ini menjadi prestasi tersendiri yang membanggakan karena untuk ketiga kalinya ONIC Esports sukses memenangkan grand final turnamen dengan skor 3-0 secara berturut-turut setelah sebelumnya di Piala Presiden dan MPL season 3.
“Kemenangan tim ONIC Esports di MSC 2019 menjadi milik bersama dengan para penggemar, partner, pencinta Esports, dan masyarakat Indonesia. Gelar juara ini memotivasi kami untuk terus berkembang dan menjadi amunisi semangat untuk persiapan menghadapi Mobile Legend Pro League Season 4 yang akan segera digelar di bulan Agustus,” kata Chandra.
“Kami berharap dengan kemenangan berturut-turut di tiga turnamen besar, para pemain ONIC Esports akan terus mendapatkan dukungan sepenuhnya dari seluruh masyarakat untuk berjuang mewakili Indonesia di ajang berskala nasional dan internasional, seperti pada SEA Games di bulan November mendatang,” tutupnya.

The post Tim Indonesia Juara Turnamen Internasional Mobile Legends yang membanggakan appeared first on Wii SPIN.