Merintis dan mengelola bisnis tidak semudah yang dibayangkan. Diperlukan perencanaan yang matang serta konsistensi dalam pelaksanaan manajemen bisnis untuk memastikan keberhasilan usaha. Dalam realisasinya, kedua hal tersebut perlu didukung oleh visi dan misi yang kuat agar binismu bisa terukur dan terarah. Hal inilah yang menjadikan Avero Global Indonesia menjadi salah satu inovasi bisnis yang bisa unggul di pasarnya.Avero Indonesia, dirintis oleh seorang pemuda berusia 23 tahun bernama A. Muiz Farist atau yang biasa disebut Farexcel hanya dalam kurun waktu 1 tahun. Ia menyulap keisengannya saat bermain games menjadi peluang bisnis dengan omzet diatas 1 Miliar per bulan.Tentu saja, kesuksesan Avero Global Indonesia memerlukan sebuah proses dimana Farexcel harus mempersiapkan diri pada kemungkinan menghadapi rintangan dan kegagalan. Selama proses pengembangan bisnisnya Ia telah mengalami kegagalan ketika menangani 9 perusahaan selama 8 tahun berturut-turut, dimana rata-rata perusahaan tersebut mengalami kebangkrutan dalam kurun waktu kurang dari 1 tahun. Kondisi bisnis Farexcel memburuk ketika Ia sempat difitnah telah melakukan penipuan dengan nilai ratusan juta kepada ribuan orang.Kegagalan yang dialami Farexcel telah memperkuat kepercayaan dirinya. Alih-alih menyerah Ia memilih bangkit dan membangun kembali Avero Indonesia dari Nol. Berawal dari kegemarannya bermain game mobile baru bernama Arena of Valor,Farexcel secara perlahan mengembangkan keisengannya menjadi bisnis bepeluang besar dan berhasil menjadi salah satu penyedia layanan game voucher terbesar di kalangan salah satu penyedia layanan games besutan salah satu pengembang terkemuka, Garena.Tidak berhenti hanya sampai disitu, Ia berhasil melebarkan sayap bisnisnya dengan merambah ke berbagai jenis layanan game voucher lainnya seperti Mobile Legends,PUBG,Ragnarok,serta aplikasi games lainnya melalui Avero Global Indonesia, yang Ia launching secara resmi pada 31 Januari 2018 lalu. Berkat kegigihannya, Avero Global Indonesia berhasil meraih omzet hampir 1,3 Miliar per bulan. Tentu saja ini adalah pencapaian yang luar biasa.
Belum lama ini dalam sebuah kesempatan, Farexcel mengungkapkan bahwa, “Di zaman sekarang, bermain video game bukan lagi hanya sekedar penghilang rasa bosan, tapi sudah menjadi Future Entertaiment yang menjadi salah satu bagian dari ekonomi kreatif Indonesia dan juga sudah menjadi sumber penghasilan yang cukup menjanjikan bagi banyak orang”.Perjalanan bisnis Avero Indonesia masih terus memuncak seiiring dengan keyakinannya tersebut. Farexcel secara optimis mulai merambah ke sektor bisnis game yang lebih luas seperti E-sports Organization, T-shirt Game dan Layanan jasa main games lainnya.Namun, setelah mengalami proses yang panjang dalam membangun bisnisnya, kabar terbaru dari media Avero Indonesia mengatakan bahwa pada 26 Februari lalu, Farexcel memutuskan untuk melepas semua lini bisnisnya, termasuk Avero Indonesia untuk fokus mendalami keilmuan Agamanya dengan belajar di sebuah pondok pesantren hingga tahun 2020.Melalui kesempatan tersebut, Farexcel juga mengungkapkan bahwa kini Ia mengamanahkan semua lini bisnis Avero Global Indonesia kepada Al-Ansori, salah seorang sahabat yang sudah sangat lama mengikutinya dalam perjalanan bisnisnya.Dalam berbisnis, kegagalan adalah momentum untuk semakin memperkuat peluang bisnis. Avero Indonesia pernah gagal, namun Farexcel dapat dengan gigih terus mempertahankannya hingga bisa menjadi salah satu market leader di kalangan game mobile. Jangan menyerah, lakukan evaluasi terhadap kekurangan diri pada saat berbisnis dan jangan lupa untuk tetap gigih ya sobat kabar Games.

The post Avero Indonesia: Berawal Iseng, Hingga Omzet 1,3 M! appeared first on Wii SPIN.